<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>IE Display LGEIN</title>
	<atom:link href="http://iedisplaylgein.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iedisplaylgein.wordpress.com</link>
	<description>Media Informasi untuk Kebersamaan Member IE</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jan 2007 05:42:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iedisplaylgein.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>IE Display LGEIN</title>
		<link>http://iedisplaylgein.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iedisplaylgein.wordpress.com/osd.xml" title="IE Display LGEIN" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iedisplaylgein.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membeli Keajaiban</title>
		<link>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/membeli-keajaiban/</link>
		<comments>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/membeli-keajaiban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 05:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iedisplay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/membeli-keajaiban/</guid>
		<description><![CDATA[Membeli keajaiban &#160; Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apa pun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya &#8230; <a href="http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/membeli-keajaiban/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=10&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="V14HitamTebal">Membeli keajaiban</p>
<p class="spasi6">&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/resonansi/resonansi56.jpg" align="left" height="186" hspace="3" vspace="3" width="280" />Sally baru berumur delapan tahun ketika dia  mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia  sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apa pun yang bisa  mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang  sekarang bias menyelamatkan jiwa Georgi.</p>
<p>Tapi mereka tidak punya biaya untuk itu. Sally mendengar ayahnya berbisik,  &#8220;Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang.&#8221;</p>
<p>Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat  persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan  menghitung secara cermat, tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat.</p>
<p>Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat  di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian.  Tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak  berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan  menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal. Akhirnya dia mengambil uang koin dan  melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil!</p>
<p>&#8220;Apa yang kamu perlukan?&#8221; tanya apoteker tersebut dengan suara marah. &#8220;Saya  sedang berbicara dengan saudara saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya,&#8221; Sally menjawab  dengan nada yang sama. &#8220;Dia sakit&#8230; dan saya ingin membeli keajaiban.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang kamu katakan?,&#8221; tanya sang apoteker.</p>
<p>&#8220;Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bias menyelamatkan jiwanya  sekarang&#8230; jadi berapa harga keajaiban itu ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa  harganya.&#8221;</p>
<p>Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, &#8220;Keajaiban jenis apa yang  dibutuhkan oleh adikmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu,&#8221; jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya. &#8220;Saya  hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi.  Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya&#8230; tapi saya juga mempunyai  uang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Berapa uang yang kamu punya ?&#8221; tanya pria itu lagi.</p>
<p>&#8220;Satu dollar dan sebelas sen,&#8221; jawab Sally dengan bangga. &#8220;Dan itulah seluruh  uang yang saya miliki di dunia ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, kebetulan sekali,&#8221; kata pria itu sambil tersenyum. &#8220;Satu dollar dan  sebelas sen&#8230; harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong  adikmu&#8221;. Dia Mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally sambil  berkata: &#8220;Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga  orang tuamu.&#8221;</p>
<p>Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi  dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Georgi  dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Kedua orang tuanya sangat bahagia  mendapatkan keajaiban tersebut. &#8220;Operasi itu,&#8221; bisik ibunya, &#8220;seperti keajaiban.  Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya&#8221;.</p>
<p>Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut, satu  dollar dan sebelas sen&#8230; ditambah dengan keyakinan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iedisplaylgein.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iedisplaylgein.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iedisplaylgein.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iedisplaylgein.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iedisplaylgein.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iedisplaylgein.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iedisplaylgein.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iedisplaylgein.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=10&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/membeli-keajaiban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e40f58cc0b9bb39f3de6789ea499b6bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iedisplay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/resonansi/resonansi56.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BAWANG BOMBAY KEHIDUPAN</title>
		<link>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/bawang-bombay-kehidupan/</link>
		<comments>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/bawang-bombay-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 05:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iedisplay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/bawang-bombay-kehidupan/</guid>
		<description><![CDATA[Bawang Bombay Kehidupan &#160; Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. &#8220;Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan Anda?&#8221; Pengajar pun meminta bantuan seorang peserta maju ke depan kelas, dan mulai melakukan permainan &#8230; <a href="http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/bawang-bombay-kehidupan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=8&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="V14HitamTebal">Bawang Bombay Kehidupan</p>
<p class="spasi6">&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/resonansi/resonansi61.jpg" align="left" height="280" hspace="3" vspace="3" width="204" />Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang  pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. &#8220;Siapakah orang  yang paling penting dalam kehidupan Anda?&#8221; Pengajar pun meminta bantuan seorang  peserta maju ke depan kelas, dan mulai melakukan permainan itu.</p>
<p>&#8220;Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini&#8221;</p>
<p>Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama  tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya. Kemudian  pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak  penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama, tetangganya.</p>
<p>Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang  tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman  sekantornya. Begitu seterusnya.</p>
<p>Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya,  nama suami serta nama anaknya. Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi.  Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa  yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak  ada lagi yang harus di pilih.</p>
<p>Namun dikeheningan kelas sang pengajar berkata: &#8220;Coret satu lagi!&#8221;</p>
<p>Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu  nama. Nama orang tuanya.</p>
<p>&#8220;Silakan coret satu lagi!&#8221;</p>
<p>Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat  spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya.  Nama anaknya. Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas.</p>
<p>Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya:</p>
<p>&#8220;Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan  dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi.  Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit  dipisahkan?&#8221;</p>
<p>Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas. Menunggu apa  yang hendak dikatakannya. &#8220;Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan  saya. Anak pun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan  saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami  saya.&#8221;</p>
<p>Kehidupan itu bagaikan bawang bombay. Ketika di kupas selapis demi selapis,  akan habis. Dan adakalanya kita dibuat menangis.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iedisplaylgein.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iedisplaylgein.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iedisplaylgein.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iedisplaylgein.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iedisplaylgein.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iedisplaylgein.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iedisplaylgein.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iedisplaylgein.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=8&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/bawang-bombay-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e40f58cc0b9bb39f3de6789ea499b6bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iedisplay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/resonansi/resonansi61.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Doa</title>
		<link>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/kekuatan-doa/</link>
		<comments>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/kekuatan-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 03:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iedisplay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/kekuatan-doa/</guid>
		<description><![CDATA[KEKUATAN DOA &#8211;Sebelum membahas tentang doa, ada baiknya baca dulu cerita dibawah ini&#8211; Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang.Ia memberitahukan &#8230; <a href="http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/kekuatan-doa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=6&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KEKUATAN DOA &#8211;Sebelum membahas tentang doa, ada baiknya baca dulu cerita dibawah ini&#8211;</p>
<p><img src="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/resonansi/resonansi62.jpg" align="left" height="280" hspace="3" vspace="3" width="236" />Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju  kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan  bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang.Ia memberitahukan  bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh  anak yang sangat membutuhkan makan.</p>
<p>John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus  menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang  keluarganya. &#8220;Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya  uang.&#8221;</p>
<p>John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. &#8220;Anda tidak  mempunyai kartu kredit, Anda tidak mempunyai garansi,&#8221; alasannya.</p>
<p>Di dekat <em>counter</em> pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari  awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: &#8220;Saya  akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini.&#8221;</p>
<p>Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, &#8220;Tidak perlu,Pak.Saya  sendiri akan memberikannya dengan gratis.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, Pak. Ini,&#8221; katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.</p>
<p>&#8220;Letakkanlah daftar belanja Anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan  gratis belanjaan Anda sesuai dengan berat timbangan tersebut.&#8221;</p>
<p>Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala  sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala  tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si pemilik toko  terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat kebawah. Ia menatap Pelanggan  yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, &#8220;Aku tidak percaya pada  yang aku lihat.&#8221;</p>
<p>Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil  barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si  Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum  timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang  keperluannya dan sipemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak  muat lagi.</p>
<p>Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena  tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja  si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis  sebuah doa pendek: &#8220;Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba  menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.&#8221; Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu,  Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan  gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar  kepadanya.</p>
<p>Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai  tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.  Kekuatan sebuah doa.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Saya pernah baca buku &#8220;The Power of Mind to be Heal&#8221; yang intinya sebagian besar penyakit dapat disembuhkan dengan berpikir positif.  Dan diantaranya adalah berdoa.</p>
<p>Seorang dokter di negara barat  ingin mencoba membuktikan kekuatan doa untuk mempercepat penyembuhan, maka dia melakukan percobaan di sebuah rumah sakit.  Untuk menghilangkan efek &#8220;plasebo&#8221; atau lebih kita kenal sebagai sugesti (menghilangkan efek dimana orang akan tersugesti jika di-doakan sehingga dia akan lebih cepat sembuh) maka dibuatlah &#8220;blind method&#8221;. Dimana orang yang akan mendoakan tidak mengenal si-sakit yang didoakan. Singkat cerita, hasilnya semua orang yang sakit dan didoakan lebih cepat sembuh 2 hari (rata-rata) dibandingkan orang-orang sakit yang hanya minum obat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iedisplaylgein.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iedisplaylgein.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iedisplaylgein.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iedisplaylgein.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iedisplaylgein.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iedisplaylgein.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iedisplaylgein.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iedisplaylgein.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=6&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/kekuatan-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e40f58cc0b9bb39f3de6789ea499b6bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iedisplay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/resonansi/resonansi62.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Kebahagiaan</title>
		<link>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/mencari-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/mencari-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 03:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iedisplay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/mencari-kebahagiaan/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman saya mengirimkan email yg sangat menarik. 1. Judulnya “Kebahagiaan Tak Bisa Dikejar”. Hal ini jadi mengingatkan saya pada suatu kalimat “kemanapun kau pergi mencari, kau takkan menemukannya, karena ia ada dihati—itulah kebahagiaan”. Pernah juga saya membaca buku Jalaluddin &#8230; <a href="http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/mencari-kebahagiaan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=5&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="Section1" align="left"><img src="http://iedisplaylgein.files.wordpress.com/2007/01/happy-face1.jpg?w=123&#038;h=98" alt="happy-face1.jpg" align="middle" border="10" height="98" width="123" /></p>
<p class="normal1">Seorang teman saya mengirimkan email yg sangat menarik.</p>
<p class="normal1" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong>       1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></strong><!--[endif]-->Judulnya <em><span style="color:blue;">“Kebahagiaan Tak Bisa Dikejar”.</span></em> Hal ini jadi mengingatkan saya pada suatu kalimat <em><span style="color:blue;">“kemanapun kau pergi mencari, kau takkan menemukannya, karena ia ada dihati—itulah kebahagiaan”</span></em><strong>. </strong></p>
<p class="normal1">Pernah juga saya membaca buku <em>Jalaluddin Rakhmat</em> yg mengatakan bahwa</p>
<p class="normal1" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></strong><!--[endif]--><span style="color:blue;">kebahagiaan adalah suatu pilihan, bukan sesuatu yang datang dari luar begitu saja</span>.</p>
<p class="normal1">“Benarkah kalimat2 tersebut? Sebelum menjawab hal ini, mari kita berbicara apakah kebahagiaan dan penderitaan.</p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1">Jika kita berbicara masalah kebahagiaan, maka tidak terlepas juga dari kata “penderitaan”, karena dua kata tersebut berlawanan. <em><span style="color:blue;">Kalau kebahagiaan adalah pilihan, bagaimana dengan penderitaan..?</span></em> pasti kita semua menentang sengit jika ada orang mengatakan bahwa kebahagiaan adalah suatu pilihan, karena dengan begitu secara tidak langsung juga mengatakan penderitaan (lawan kebahagiaan) adalah pilihan juga.</p>
<p class="normal1"><span>Dan saya yakin anda akan berseru : “Gila, siapa sih yang mau memilih menderita di dunia ini? Bahagia dan menderita tidak bisa dipilih semua datang kepada kita, diluar kehendak kita.”</span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1">Untuk mengurai hal ini, kita lihat contoh kisah ini. Ada teman istri saya yang<span>  </span>yang tinggal di belakang perumahan elite Raffles Hills Cibubur, dan setiap hari dia naik angkot persis didepan gerbang Raffles hills tersebut. Suatu hari, dia naik angkot dan ternyata sopir angkot itu sudah kerjasama dengan para perampok yg naik angkot tersebut. Setelah keliling2 tol, dan semua perhiasan serta uang habis, akhirnya perampok tersebut menuju ke ATM dan memaksanya mengambil seluruh uang di ATM. Akhirnya semua habis, termasuk uang di ATM dan hanya tersisa “Rp. 20rb untuk ongkos pulang (kata perampok)”. Dan diapun diturunkan di tengah jalan tol yang sepi dan harus berjalan jauh untuk mendapatkan angkot.</p>
<p class="normal1"><span style="color:blue;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span style="color:blue;">Apakah dirampok adalah suatu pilihan..? tentu bukan. </span><span>Jadi kalimat <em>bahagia dan menderita adalah pilihan </em><span> </span>adalah salah! Tunggu dulu.. cerita ini belum selesai hingga disini.</span></p>
<p class="normal1"><span>Setelah kejadian itu, teman istri saya merasa penderitaannya sangat berat. <em><span style="color:blue;">Sesampai dirumah barulah dia sadar, dia bersyukur hanya uang yang diambil dan bukan kehormatannya</span></em>, (mungkin 3 orang perampok itu segan untuk berbuat jauh karena dia memakai jilbab).</span></p>
<p class="normal1"><span style="color:blue;">Apa yang dapat ditangkap dari cerita tersebut?</span></p>
<p class="normal1" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:blue;">1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span><!--[endif]--><span style="color:blue;">Pada awalnya gadis tersebut merasa menderita karena dirampok, tetapi</span></p>
<p class="normal1" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:blue;">2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span><!--[endif]--><span style="color:blue;">Dia jadi merasa bersyukur/bahagia karena hanya uang yg diambil (bukan kehormatannya).</span></p>
<p class="normal1">Pada saat dirampok, <em><span style="color:blue;">nilai perasaan menderita tinggi</span></em> dan <em><span style="color:blue;">nilai perasaan bahagia nol</span></em>. Tetapi beberapa waktu kemudian, <em><span style="color:blue;">nilai perasaan menderita turun</span></em> dan <em><span style="color:blue;">nilai perasaan bahagia naik</span></em> (bahkan lebih tinggi dari nilai perasaan menderita)</p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1"><strong>Sekarang kita cermati :</strong></p>
<p class="normal1">.Dia dirampok –-perampokan—adalah musibah (external condition), sesuatu yg tak bisa dihindari.</p>
<p class="normal1">.Dia merasa menderita –dan kemudian bahagia—adalah internal condition, pilihan yang dapat dilakukan.</p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1"><em><span style="color:blue;">Jadi harus dibedakan antara menderita (subyektif) dan musibah (obyektif).</span></em><span style="color:blue;"> </span></p>
<p class="normal1">Kejadian sesuatu, musibah, anugerah adalah takdir dan kondisi external, sedangkan bagaimana kita menyikapi –bersyukur, bahagia, mengeluh, kufur, menggerutu—adalah pilihan kita, karena hal itu menyangkut bagaimana kita merasakannya—perasaan—.</p>
<p class="normal1"><span> </span></p>
<p class="normal1"><strong><span style="color:blue;">Jadi, jelaslah bahwa bahagia dan derita melibatkan perasaan yang dapat kita pilih. </span></strong></p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="Judulpinggir"><span style="font-size:14pt;">Definisi Kebahagian</span></p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1">Apakah kebahagiaan itu..? Kenapa kita selalu mencari kebahagiaan? Sebagian orang berpendapat —juga saya— bahwa <strong><span style="color:blue;">kebahagiaan adalah keadaan hidup dimana semua keinginan kita terpenuhi</span></strong>. Jadi dari definisi ini, kalau kita ingin bahagia (mengejar kebahagiaan) maka kita harus bekerja keras untuk memenuhi semua yang kita inginkan. Karena jaman sekarang semuanya harus pakai uang, maka untuk bahagia kita harus bekerja keras mengumpulkan uang dahulu untuk mencapai kebahagiaan. Inilah hedonisme, yang berawal dari pendapat aristoteles.</p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1">Dari jaman dulu, para filusuf besar sudah mencari cara untuk menemukan kebahagiaan, dan itu menjadi topik utama. <em><span style="color:blue;">Aristoteles berpendapat bahwa kebahagiaan adalah good birth, good health, good look, good luck, good reputation, good money, and goodness.</span></em></p>
<p class="normal1">Wah kalau menuruti definisi ini maka :</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Saya sulit untuk bahagia karena muka saya bad look.</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Kita jauh dari bahagia karena kita kerja di……. (bad money, he..he..he..)</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Kita juga lebih susah lagi bahagia karena di Indonesia orang sering <em>pileren</em> (Bad health)<em>.</em></p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1"><span>Coba sekarang kita balik dengan pertanyaan, mengapa kita ingin sehat..?</span></p>
<p class="normal1"><span>Mungkin kita akan menjawab <span style="color:blue;">–agar bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup</span>, mengapa kita ingin kerja ? <span style="color:blue;">–agar mendapatkan penghasilan (uang)</span>, mengapa kita ingin uang? <span style="color:blue;">–agar dapat membeli barang yang kita inginkan (rumah, mobil, pakaian yang bagus)</span>, mengapa kita ingin membeli barang yang bagus? <span style="color:blue;">–agar kita senang dan puas dalam hidup</span>, mengapa kita ingin senang dan puas? –agar kita bahagia, mengapa kita ingin bahagia? –agar……… </span></p>
<p class="normal1"><em><span style="color:blue;">Jelaslah bahwa akhir dari tujuan hidup didunia ini adalah kebahagiaan, bukan..?</span></em></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span>Akhirnya, saya jadi sangsi kalau ada orang bilang <em><span style="color:blue;">biar miskin asal bahagia</span></em><span style="color:blue;">. </span>Bagaimana bisa bahagia kalau segala kebutuhan serba kekurangan. Mau makan, <em><u>enggak selera</u></em> karena lauk ikan asin. Mau pergi2, <em><u>males</u></em> angkotnya jauh. Mau kondangan, <em><u>malu</u></em> karena baju jelek dan <em><u>enggak enak sama tetangga</u></em> karena harus ngutang dulu (belum.. pusing –nyaur utangnya-). <strong><span style="color:blue;">Sesuatu yang naif, kan, jika kebahagian itu tidak berhubungan dengan uang dijaman sekarang</span></strong>. </span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1">Coba kita lebih cermat,</p>
<p class="normal1" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span><!--[endif]-->Si miskin akan bahagia jika dia tidak punya keinginan yg berlebihan sehingga semua kebutuhannya jadi tercukupi, (tidak ingin punya sepeda motor, tidak ingin makan pizza, tidak pengin ngutang, dst).</p>
<p class="normal1" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span><!--[endif]-->Semua yang saya sebutkan tadi sebagian besar berhubungan dengan perasaan bukan (underline word). Jadi mungkin “perasaan kita sajalah yang membuat kita menderita atau bahagia”.</p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1">Ingat, <em><span style="color:blue;">bahagia adalah perasaan. Dan perasaan itu sesuatu yang membuat kita sering salah</span></em>. Dan persaan itu berasal hati kita yang mudah membalik-balik (itulah mengapa hati kita disebut qolbu, &#8211;asal kata qolaba : membalik).</p>
<p class="normal1">Pada saat kita merasa bahagia, apakah kita bahagia? Pertanyaan ini mungkin agak sulit dijawab.</p>
<p class="normal1">Tapi akan saya jawab, <strong><span style="color:blue;">pada saat kita merasa bahagia, kita sebenarnya kehilangan sebagian hakikat kebagiaan itu</span></strong>. Hal ini sama dengan</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]--><span>pada saat kita merasa ikhlas, kita sebenarnya sedang riya’.</span></p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]--><span>Pada saat kita merasa khusuk dalam sholat,<span>  </span>kita sebenarnya sedang tidak khusuk.</span></p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]--><span>Pada saat kita merasa rendah hati, kita sebenarnya sedang sombong.</span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span>Jadi kebahagiaan itu apa?<span>  </span>Dengan susah saya menjawab dengan versi saya (yang pasti anda semua tidak sepenuhnya setuju), <strong><u><span style="color:blue;">kebahagiaan adalah keadaan dimana kita tidak memikirkan bahwa kita bahagia, tidak merasa bahagia, tidak merasa sedih, dan dimana kita merasa senang serta tidak menginginkan apa-apa</span></u></strong>. Jadi pada saat bahagia, kita kadang tidak menyadarinya. </span></p>
<p class="normal1"><span>Susah juga ya…..saya juga bingung </span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                    --><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span><span> </span>.</span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span>Begini saja gambarannya. Pada saat anda menonton bola, dan kesebelasan kesayangan anda mencetak gol, sesaat anda akan sangat gembira. <span style="color:blue;">Anda tidak ingat </span>kalo udah mulai mengantuk, <span style="color:blue;">anda juga tidak ingin </span>makan/minum, hanya memelototi bola tersebut. <strong><span style="color:blue;">Anda sedang bahagia.</span></strong></span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span>Atau saat anda bertemu kekasih anda, saking senangnya hingga <span style="color:blue;">tidak sadar </span>malam mulai larut, <span style="color:blue;">tidak haus walau </span>minuman yang tersedia juga sudah habis &amp; kerongkongan kering karena ngobrol kesana-kemari, tiba2 <span style="color:blue;">anda lupa waktu </span>sampai diusir hansip. <strong><span style="color:blue;">Pada saat itu anda sedang bahagia.</span></strong></span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span>Tetapi anda menyadari semua hal itu setelah waktu berlalu, setelah acara bola selesai (baru terasa lapar dan ngantuk), setelah sampai rumah sehabis bertemu kekasih (baru terasa haus dan merasa bahwa barusan melewati kebahagiaan).</span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><strong><span style="color:blue;">Jelaslah bahwa kebahagian sebenarnya bukan hanya datang dari uang or material yang berlimpah seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Juga tidak seperti gambarang Aristoteles yang harus mempunyai segalanya untuk bahagia.</span></strong></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span>Jadi kalau kita berpikir bahwa dengan memiliki uang dan semua yang kita ingin adalah jalan menuju kebahagiaan, maka kita akan kembali pada pemikiran jaman Yunani kuno seperti aristoteles.</span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="Judulpinggir"><a title="OLE_LINK1" name="OLE_LINK1"></a><span style="font-size:14pt;">Kebahagiaan Menurut Islam dan Cara Mencapainya</span></p>
<p><span></span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><span>Mengutip buku Kang Jalal, maka kebahagiaan di dalam Islam sudah digambarkan dengan jelas dalam Al Qur’an –kata <em>aflaha</em> yang merupakan derivasi kata <em>falah</em> dan kata <em>tuflihuun</em><span> menjelaskan dengan jelas arti bahagia <em>&#8211;</em></span>. Ini bisa kita dapati :</span></p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]--><span>Bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu berbahagia (2:189)</span></p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]--><span>Wahai orang2 beriman, janganlah kamu makan riba yang berlipat-lipat dan bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berbahagia (3:130)</span></p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Wahai orang-orang yg beriman, bersabarlah, saling menyabarkan dan perkuat persatuanmu supaya kamu berbahagia (3:200)</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan carilah jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan berjuanglah di jalan Allah, supaya kamu berbahagia (5:35)</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya<span>  </span>khamar, berjudi,<span>  </span>berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat kebahagiaan (5:90)</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Katakanlah: &#8220;Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat berbahagia” (5:100)</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu berbahgia. (7:69)</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Hai orang-orang yang beriman, jika kamu memerangi musuh musuh, teguhkan hatimu dan berzikirlah kamu kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu bahagia (8:45)</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Hai orang-orang yang beriman, ruku&#8217;lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan (22:77).</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang<span>  </span>nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan<span>  </span>atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya<span>  </span>agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu berbahagia (24:31).</p>
<p class="normal1" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span><!--[endif]-->Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu berbahagia (62:10).</p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1"><span>Ayat-ayat tersebut diatas menunjukkan bahwa Islam menerangkan dengan jelas cara-cara mencapai kebahagiaan. Hanya satu hal yang menyebutkan kita harus mencari nikmat Allah (rejeki) untuk mecapai kebahagiaan (Surat Al Jumu’ah : 31).</span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="normal1"><strong><span style="color:blue;">Jangan lupa, bahwa kita setiap hari 10 kali diajak untuk mencari dan mencapai kebahagian, yaitu dengan menunaikan sholat </span></strong><span style="color:blue;">(saat bekumandang azan &amp; iqomah dikumandangkan hayya ‘alas sholaah, hayya ‘alal falaah).<strong> Jadi, mengerjakan sholat akan membuat kita berbahagia.</strong></span></p>
<p class="normal1"><strong><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></strong></p>
<p class="normal1"><strong><span>Jelaslah sekarang bahwa sebagian besar kebahagiaan tidak didapat dengan memburu harta dan kekayaan. Tetapi bahagia yang abadi menurut Islam adalah selalu mengingat Allah dan bertakwa kepada-Nya.</span></strong><span></span></p>
<p class="normal1"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="Judulpinggir"><span style="font-size:14pt;">Kebahagiaan dan Efeknya</span></p>
<p class="normal1"><span>Kebahagiaan membawa dampak psikologis yang sangat besar terhadap kehidupan orang yang bersangkutan. </span><span style="color:blue;">Seorang yang bahagia, cenderung berpikiran terbuka, suka menolong, dermawan dan care terhadap orang lain. Orang yang bahagia juga cenderung ikhlas berkorban untuk orang lain. Itulah yang disebut altruisme.</span></p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1">Terhadap orang yang anda cintai dan anda berbahagia dengannya, anda cenderung lebih sabar (walaupun sejatinya anda termasuk orang pemarah), mau menolong, mau meminjamkan uang (walaupun dengan begitu anda ngutang ke teman dekat anda).</p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1">Jadi jika ada orang yang sudah kaya, tetapi kikir, berarti dia belum berbahagia (bagaimana mau bahagia, kalau pikirannya mengejar harta terus..tanpa pernah bersyukur dan selalu merasa kekurangan).</p>
<p class="normal1"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="normal1"><span>Jadi menurut gambaran saya, begitulah (apa yang saya tulis diatas) yang dinamakan bahagia.</span></p>
<p class="normal1"><span style="font-size:11pt;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iedisplaylgein.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iedisplaylgein.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iedisplaylgein.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iedisplaylgein.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iedisplaylgein.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iedisplaylgein.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iedisplaylgein.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iedisplaylgein.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=5&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/mencari-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e40f58cc0b9bb39f3de6789ea499b6bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iedisplay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iedisplaylgein.files.wordpress.com/2007/01/happy-face1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">happy-face1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Cinta</title>
		<link>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/pelajaran-cinta/</link>
		<comments>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/pelajaran-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 02:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iedisplay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/pelajaran-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[ PELAJARAN CINTA Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit. &#8220;Di sini keadaan sulit,&#8221; &#8230; <a href="http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/pelajaran-cinta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=3&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> PELAJARAN CINTA</p>
<p><img src="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/resonansi/resonansi44.jpg" align="left" height="279" hspace="3" vspace="3" width="280" />Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji  mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk  mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan  keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.</p>
<p>&#8220;Di sini keadaan sulit,&#8221; katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan  selamat tinggal. &#8220;Kau adalah harapan kami.&#8221;</p>
<p>Shinji naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratis bagi  pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos  pelayaran selama sebulan. Kalau Shinji menemukan emas di Pegunungan Colorado,  keluarganya akan menyusul.</p>
<p>Berbulan-bulan Shinji mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emas yang  tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur. Setiap hari  ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar, Shinji merindukan dan  sangat ingin disambut oleh wanita yang dicintainya. Satu-satunya yang  disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu nasib ke Amerika adalah  terpaksa meninggalkan Asaka Matsutoya sebelum secara resmi punya kesempatan  mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya, keluarga mereka sudah lama berteman  dan selama itu pula diam-diam dia berharap bisa memperistri Asaka.</p>
<p>Rambut Asaka yang ikal panjang dan senyumnya yang menawan membuatnya menjadi  putri Keluarga Yoshinori Matsutoya yang paling cantik. Shinji baru sempat duduk  di sampingnya dalam acara perayaan pesta bunga dan mengarang alasan-alasan  konyol untuk singgah di rumah gadis itu agar bisa betemu dengannya. Setiap malam  sebelum tidur di kabinnya, Shinji ingin sekali membelai rambut Asaka yang pirang  kemerahan dan memeluk gadis itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya, meminta  bantuannya untuk mewujudkan impiannya.</p>
<p>Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan rencana untuk  membuat hidup Shinji menjadi lengkap. Pak Yoshinori Matsutoya akan mengirimkan  putrinya kepada Shinji di Amerika. Putrinya itu suka bekerja keras dan punya  intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama dengan Shinji selama setahun dan  membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas. Diharapkan, setelah setahun  itu keluarganya akan mampu datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan  mereka.</p>
<p>Hati Shinji sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnya untuk  mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang  sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekas tempat tidurnya  agar pantas untuk seorang wanita. Gorden dari bekas karung goni yang menutupi  kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga dari bekas karung terigu. Di  meja samping tempat tidur dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering  yang dipetiknya di padang rumput.</p>
<p>Akhirnya, tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup. Dengan  tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik, dia pergi ke stasiun  kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu  berhenti. Shinji melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut ikal  Asaka.Jantungnya berdebar kencang penuh harap, kemudian tersentak karena  kecewa.</p>
<p>Bukan Asaka, tetapi Yumi Matsutoya kakaknya, yang turun dari kereta api.  Gadis itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Shinji hanya bisa  memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar diulurkannya buket bunga itu  kepada Yumi. &#8220;Selamat datang,&#8221; katanya lirih, matanya menatap nanar. Senyum  tipis menghias wajah Yumi yang tidak cantik.</p>
<p>&#8220;Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku datang ke sini,&#8221; kata Yumi,  sambil sekilas memandang mata Shinji sebelum cepat-cepat menunduk lagi.</p>
<p>&#8220;Aku akan mengurus bawaanmu,&#8221; kata Shinji dengan senyum terpaksa.</p>
<p>Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Pak Matsutoya dan ayahnya benar.  Yumi memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Shinji bekerja di  tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudut ruang duduk, dengan  cermat Yumi mencatat semua kegiatan di tambang. Dalam waktu 6 bulan, asset  mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan senyumnya yang tenang  menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaib seorang wanita.</p>
<p>Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan, keluh Shinji dalam hati, setiap  malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Yumi?  Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Asaka? Apakah impian lamanya untuk  memperistri Asaka harus dilupakannya? Setahun lamanya Yumi dan Shinji bekerja,  bermain, dan tertawa bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta. Pernah  sekali, Yumi mencium pipi Shinji sebelum masuk ke kamarnya. Pria itu hanya  tersenyum canggung. Sejak itu, kelihatannya Yumi cukup puas dengan jalan-jalan  berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makan  malam.</p>
<p>Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit, membuat  jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Shinji mengisi karung-karung  pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk membelokkan arus air. Badannya  lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknya usahanya sia-sia. Tiba-tiba Yumi muncul  di sampingnya, memegangi karung goni yang terbuka. Shinji menyekop dan  memasukkan pasir kedalamnya, kemudian dengan tenaga sekuat lelaki, Yumi  melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung lainnya. Berjam-jam  mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda.  Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok.</p>
<p>Sambil menikmati sup panas, Shinji mendesah, &#8220;Aku takkan dapat menyelamatkan  tambang itu tanpa dirimu. Terima kasih, Yumi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sama-sama,&#8221; gadis itu menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu  tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga  Matsutoya dan Keluarga Kubota akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha  keras menutup-nutupinya, jantung Shinji kembali berdebar-debar seperti dulu  karena harapan akan bertemu lagi dengan Asaka. Dia dan Yumi pergi ke stasiun  kereta api. Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung  peron.</p>
<p>Ketika Asaka muncul, Yumi menoleh kepada Shinji. &#8220;Sambutlah dia,&#8221;  katanya.</p>
<p>Dengan kaget, Shinji berkata tergagap, &#8220;Apa maksudmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Shinji, sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri Matsutoya yang kau  inginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Asaka dalam acara  Perayaan pesta bunga lalu.&#8221; Dia mengangguk ke arah adiknya yang sedang menuruni  tangga kereta. &#8220;Aku tahu bahwa dia, bukan aku, yang kauinginkan menjadi  istrimu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi&#8230;&#8221;</p>
<p>Yumi meletakkan jarinya pada bibir Shinji. &#8220;Ssstt,&#8221; bisiknya. &#8220;Aku  mencintaimu, Shinji. Aku selalu mencintaimu. Karena itu, yang kuinginkan hanya  melihatmu bahagia. Sambutlah adikku.&#8221;</p>
<p>Shinji mengambil tangan yumi dari wajahnya dan menggenggamnya. Ketika Yumi  menengadah, untuk pertama kalinya Shinji melihat betapa cantiknya gadis itu. Dia  ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput, ingat malam-malam tenang  yang mereka nikmati di depan perapian, ingat ketika Yumi membantunya mengisi  karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa yang sebenarnya selama  berbulan-bulan telah tidak diketahuinya.</p>
<p>&#8220;Tidak, Yumi. Engkaulah yang kuinginkan.&#8221; Shinji merengkuh gadis itu ke dalam  pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yg tiba-tiba membuncah didalam  dadanya.</p>
<p>Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, &#8220;Kami datang  untuk menghadiri pernikahan kalian!&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iedisplaylgein.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iedisplaylgein.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iedisplaylgein.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iedisplaylgein.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iedisplaylgein.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iedisplaylgein.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iedisplaylgein.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iedisplaylgein.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iedisplaylgein.wordpress.com&amp;blog=691265&amp;post=3&amp;subd=iedisplaylgein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iedisplaylgein.wordpress.com/2007/01/17/pelajaran-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e40f58cc0b9bb39f3de6789ea499b6bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iedisplay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/resonansi/resonansi44.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
